Dua Kekuatan Pemulihan Ekonomi DIY Menggunakan Pariwisata dan Pendidikan

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

SEKRETARIS Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengemukakan pemulihan perekonomian dalam Daerah Istimewa Yogyakarta akibat pandemi covid-19 akan bertumpu pada besar kekuatan. Yakni pariwisata dan pelajaran,

“Pariwisata dan pembukaan perkuliahan secara tatap muka, ” kata Kadarmanta zaman menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia di Yogyakarta, Kamis (3/12).

Baskara mengatakan, pariwisata bagi perekonomian di Wilayah Istimewa Yogyakarta akan menggerakkan roda perekonomian.  

“Menghidupkan banyak sektor, tidak hanya UMKM saja, ” lanjutnya.  

Hal sama juga pada perkuliahan. Ia mengatakan pembukaan kuliah secara tatap muka akan ikut mendorong pemulihan ekonomi di DIY. Menurut Baskara, Gubernur DIY sebelumnya telah memberi kesempatan bagi perguruan mulia untuk membuka perkuliahan secara tatap muka.

“Tentunya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, ” terang Kadarmanta.

Ditegaskan DIY telah menggariskan antara menjaga kesehatan dan meningkakan perputaran roda ekonomi harus berjalan seiring berkeseimbangan.  

“Ini yang menurut Bapak Gubernur, mengelola keseimbangan waras dan wareg. Waras berarti tetap menjaga kesehatan & wareg berarti kenyang atau perekonomian berjalan normal, ” tegasnya.

Sementara Besar Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan optimistis perekonomian DIY ke depan akan bertumbuh lebih cantik. Bank Indonesia DIY   memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY 2020 
akan kontraksi pada kisaran dua, 3-1, 9% (yoy).

“Namun, kami menganut ekonomi DIY pada 2021 hendak segera recovery dengan proyeksi kemajuan yakni 3, 9-4, 3% (yoy), ” kata Hilman.

Inflasi DIY 2020 diperkirakan rendah pada kisaran 1, 3-1, 7% (yoy). Sejalan secara penurunan kinerja ekonomi, capaian inflasi DIY tersebut masih lebih hina dibanding sasaran 3, 1% 
(yoy). Pada 2021, katanya, perbaikan kinerja ekonomi berpotensi meningkatkan inflasi, utamanya dari kelompok inti serta harga pangan.   Namun awak memperkirakan, inflasi DIY 2021 akan berada di sekitar titik sedang sasaran inflasi.

Di sisi makroprudensial, stabilitas sistem keuangan di DIY sedang terjaga baik selama pandemik Covid-19. Hingga saat ini kemampuan korporasi DIY dalam menghasilkan laba (rentabilitas) maupun likuiditas masih relatif cantik. Dari sisi lembaga intermediasi, Bank Indonesia telah melonggarkan likuiditas melalaikan Quantitative Easing. Saat ini likuiditas perbankan di    DIY bertambah dari cukup, sehingga mampu untuk mendukung restrukturisasi kredit yang terdampak pandemi.

“Kami meyakini, perbaikan ekonomi di dalam 2021 akan mendorong intermediasi perbankan di DI, ” tegasnya.

Pada sisi Sistem Pembayaran, Bank Indonesia DIY selalu menjaga kelancarannya baik secara tunai maupun non tunai. Digitalisasi sistem pembayaran terus kami lakukan dengan menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai akselerator inklusi keuangan. Bahkan, jelasnya pemakai QRIS di DIY meningkat bertambah dari 200% dibandingkan dengan simpulan tahun 2019. Potensi penggunaan langsung diperluas kepada UMKM, pasar tradisional hingga kotak amal digital dalam tempat-tempat ibadah.  

baca serupa:   Bandung Risiko Tinggi, Warga Dilarang Lalu-lalang Kota

Selain itu, untuk mengakselerasi penggunaan transaksi non tunai pada transaksi pemerintah, Bank Indonesia DIY bersama empat Pemkab, yaitu Sleman, Bantul, Gunungkidul & Kulonprogo telah membentuk TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah). TP2DD Sleman merupakan TP2DD pertama di Indonesia dan sering memiliki apresiasi di tingkat nasional.

“Ke aliran, kami tetap meyakini Sinergi merupakan kata kunci untuk pemulihan ekonomi dari pandemi ini. Bank Nusantara DIY bersama dengan Pemerintah Kawasan, OJK, Akademisi, Asosiasi, Pelaku Cara dan para mitra kerja bakal terus duduk bersama dalam perumusan kebijakan. Dengan sinergi itulah DIY menunjukkan ketahanan menghadapi dinamika Covid-19 maupun ekonomi global, ” pungkasnya. (OL-3)

Scroll Up