Ekonomi

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

MENTERI  Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong industri manufaktur untuk menghasilkan bermacam-macam produk yang dibutuhkan umum, seperti kompor listrik.

Pihaknya berkeyakinan industri lokal siap memproduksi satu juta keluaran tersebut.

“Salah satu daerah industri yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat, contohnya merupakan produsen kompor listrik, ” ungkap Agus dalam keterangannya, Kamis (22/4).

Guna menjunjung program 1 juta kompor listrik ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Juru bicara Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier telah memastikan kemampuan produksi sebab industri dalam negeri.

‘Kami optimistis industri dalam jati mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi satu juta anglo listrik, ” imbuhnya.

Taufiek menjabarkan, ada dua pabrik dalam negeri yang sudah memproduksi kompor listrik (induksi). Yang pertama ialah PT. Adyawinsa Electrical and Power. Merek produknya adalah Myamin, dengan kapasitas produksi 17. 000 unit per tarikh untuk satu lini buatan dan dapat ditingkatkan maka delapan lini produksi.

Lalu PT. Maspion, dengan merek Maspion, yang memiliki kapasitas sebanyak 300. 000 bagian per tahun.

Di bibir itu, Taufiek mengaku pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang telah menyatakan kesiapannya untuk membikin kompor listrik.

Untuk meyakinkan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik ini mampu berjalan dengan dukungan dibanding industri dalam negeri, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Gaya Mineral (ESDM), Dewan Gaya Nasional (DEN), serta K/L terkait untuk menyusun desain bersama dalam meningkatkan pererapan kompor listrik/induksi hasil produksi dalam negeri.

Dijelaskan, program Konversi 1 Juta Anglo Listrik/Induksi yang telah diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta Kementerian Kementerian Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan MoU buat diversifikasi kompor gas LPG menjadi kompor listrik.

Pemerintah menyebut dapat menghemat Rp60 triliun dari nilai memasukkan LPG serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar klub dapat beralih ke kompor listrik. (E-1)

Scroll Up