Gubernur Kalbar Pernah Tolak Dua Kongsi Masuk Supadio

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

KASUS pelarangan masuknya maskapai penerbangan ke Kalimantan Barat karena membawa penumpang reaktif covid-19 bukan yang baru kalinya. Pada Agustus lalu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji  yang erat disapa Bang Midji pernah melarang masuk dua maskapai penerbangan mendarat di Bandara Supadio karena ada penumpang yang hasil rapid test reaktif covid-19.

Dua maskapai itu lelap dari Surabaya menuju Pontianak. Zaman tiba di Bandara Supadio, dilakukan tes acak covid-19 dan ditemukan dua orang penumpang reaktif covid-19.

Sutarmidji yang juga Ketua Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Kalimantan Barat hangat saat mengetahui dua maskapai itu membawa penumpang reaktif covid-19. Patuh Sutarmidji, bisa saja penumpang dengan reaktif Covid-19 itu lebih sejak dua orang. Sebab rapid test hanya dilakukan secara acak terhadap 20 orang penumpang dari perut maskapai yang baru tiba tersebut.

Saat itu Sutarmidji hanya memberikan sanksi tidak boleh menerbangkan penumpang dibanding Surabaya menuju Pontianak saja semasa seminggu. Untuk rute sebaliknya yakni Pontianak ke Surabaya tetap diperbolehkan. Jadi dua maskapai tersebut cuma diperbolehkan membawa pesawat masuk ke Bandara Supadio tanpa penumpang.

baca juga:   Sebuah Maskapai Dihukum Larang Bawa Penumpang Masuk Kalbar

Menurutnya  sanksi tersebut tidak mau berhenti sampai di situ. Bila masih ada penumpang dua maskapai tersebut yang ditemukan reaktif Covid-19 saat tiba di Bandara Supadio, maka maskapai tersebut akan menerima sanksi yang lebih berat teristimewa yakni tiga bulan tidak boleh mendarat ke Bandar Supadio. (OL-3)

Scroll Up