Hacker dari Tiga Negara Targetkan Trump dan Biden

MICROSOFT Corp melaporkan para hacker dari Rusia, Tiongkok, dan Iran era ini tengah mematamatai orang-orang terdekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan penantangnya dari Golongan Demokrat, Joe Biden.

Peretas Rusia dengan menerobos kampanye Demokrat 2016 balik terlibat, kata perusahaan teknologi tersebut. “Jelas kelompok-kelompok kegiatan asing sudah meningkatkan upaya mereka menargetkan pemilu, ” ujar Microsoft seperti dilansir BBC, Jumat (11/9).

Baik kampanye Presiden Donald Trump maupun Joe Biden berada dalam bidikan para perampok dunia maya. Peretas Rusia sejak kelompok Strontium telah menargetkan lebih dari 200 organisasi, banyak di antaranya terkait dengan partai politik GANDAR baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat, kata Microsoft di sebuah pernyataan.

Penyerang dunia maya yang serupa juga menargetkan partai  politik Inggris, kata Microsoft, tanpa menentukan yang  mana. Strontium juga dikenal jadi Fancy Bear, unit serangan dunia maya yang diduga berafiliasi dengan intelijen militer Rusia, GRU.

“Mirip secara apa yang kami amati dalam 2016, Strontium meluncurkan kampanye buat mengambil kredensial log-in orang atau menyusupi akun mereka, mungkin buat membantu pengumpulan intelijen atau berdiam gangguan, ” kata Wakil Presiden Microsoft Tom Burt yang bertanggung jawab atas keamanan dan kepercayaan pelanggan.

Tidak berhasil

Tiongkok disebut telah meluncurkan serangan dengan menargetkan individu yang terkait secara kampanye Biden.   Sebaliknya, peretas Iran terus berupaya menargetkan orangorang yang terkait dengan kampanye Trump.

Patuh Microsoft, sebagian besar serangan siber tidak  berhasil. Serangan juga belum dilakukan terhadap kelompok  yang menjalankan sistem pemungutan suara.

“Apa yang kami lihat konsisten dengan pola serangan  sebelumnya yang tidak hanya menetapkan kandidat dan staf  kampanye, namun juga mereka yang berkonsultasi tentang  masalah-masalah utama, ” kata Burt.

Microsoft melaporkan kelompok-kelompok Tiongkok telah melampiaskan serangan terhadap akun e-mail karakter orang-orang yang berafiliasi dengan usaha Biden, serta  setidaknya satu karakter terkemuka yang sebelumnya terkait  secara pemerintahan Trump.

Orang-orang terkemuka dalam publik urusan internasional, institusi akademik, dan organisasi kebijakan juga dikatakan sudah menjadi sasaran kelompok peretas Tiongkok, yang dikenal sebagai Zirkonium.

Kelompok Iran yang dikenal sebagai Fosfor tidak berhasil  mengakses akun pejabat Gedung Putih dan staf kampanye  Trump antara Mei dan Juni pada tahun ini.

Wakil sekretaris pers nasional kampanye Trump Thea  McDonald mengatakan, “Kami adalah target besar, jadi tidak  mengherankan melihat aktivitas jahat diarahkan pada kampanye atau pekerja kami. ”

Sementara itu, seorang penguasa kampanye Biden mengatakan, “Kami telah mengetahui sejak awal kampanye kami bahwa kami akan menjadi sasaran serangan seperti itu dan saya siap menghadapinya. ” (BBC/I-1)
 

Scroll Up