KPK Sebut Per Paket Bansos Covid-19 Dikorupsi Rp10 Ribu

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan ada fee yang disepakati untuk setiap paket bansos, yakni senilai Rp10 seperseribu. Hal ini berkaitan dengan terkaan penerimaan hadiah soal bantuan baik di wilayah Jabodetabek tahun 2020

“Untuk fee tiap paket bansos dalam sepakati oleh dua pejabat penyelenggara keputusan (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyuni (AW) sebesar Rp10 ribu bagi paket sembako dari nilai Rp300 ribu perpaket bansos, ” sirih Ketua KPK Firli Bahuri pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (6/12).

Firli menjelaskan mulia paket bansos untuk masyarakat seharga Rp300 ribu. Bansos itu merupakan bagian dari kerja sama Departemen Sosial dengan beberapa perusahaan rekanan.

Kata sepakat kerja ini berlangsung selama besar periode. Pada periode pertama dikerjakan dengan beberapa perusahaan rekanan semenjak bulan Mei hingga November 2020.

Salah satu perusahaan yang bekerja sama di periode pertama yakni PT Rajawali Parama Indonesia (RPI). Dua bagian swasta Ardian I. M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) merupakan supplier sembako dari PT RPI.

“Pada pelaksanaan paket Bansos sembako era pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB (Menteri Sosial Juliari P Batubara) melalui AW dengan nilai sekitar Rp8, 2 miliar, ” ujar Firli.

Sementara itu, di periode ke-2 penyerahan bansos juga terjadi peristiwa yang sama. Sejak Oktober 2020 hingga Desember 2020, KPK mencetak adanya pengumpulan fee sampai Rp8, 8 miliar. KPK menduga uang itu akan dibelanjakan oleh Juliari untuk kepentingan pribadinya.

Baca pula:   Tersangkut Suap Bansos Rp17 Miliar, Juliari Diminta Serahkan Diri

KPK menetapkan lima tersangka di kasus ini. Sebanyak tiga simpulan penerima uang yakni Menteri Sosial Juliari P Batubara (JPB), perut Pejabat Pembuat Komitmen di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS), serta Adi Wahyuni (AW). Sementara tersebut, dua orang pemberi uang haram ialah Ardian I. M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Cetakan 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pencetus 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Matheus dan Adi disangkakan menentang Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b ataupun Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tarikh 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, untuk pemberi disangkakan melanggar Kausa 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-5)

Scroll Up