Pemprov Sumsel Rekrut Seribu Penyuluh Pertanian

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) telah membuka rekrutmen bagi 1. 000 lulusan Madrasah Menengah Kejuruan (SMK) dan sarjana pertanian untuk menjadi Petugas Rahasia Lapangan (PPL) untuk mendukung pembangunan pertanian di seluruh pelosok Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui pentingnya penyuluh pertanian untuk mendampingi serta mengawal petani bagi kemajuan daerah pertanian Sumsel.

“Mereka yang terpilih bakal ditugaskan ke sejumlah sentra pertanian Sumsel, ” kata Herman Bahana.

Baca juga: Kemajuan Ekonomi Sumut Tahun Ini Mentok di 1, 6 Persen

Menurutnya, sesudah diterima, PPL akan ditempatkan dalam sejumlah kabupaten yang merupakan sentra produksi pertanian Sumsel seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan OKU Timur.

“Tujuannya untuk memberikan edukasi bagi petani, utamanya terkait cara bercocok tanam. Mulai pemilihan benih, pemupukan, pemeliharaan tanaman dan pascapanen, ” kata Herman Deru.

Langkah Pemprov Sumsel sejalan dengan instruksi dan suruhan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kepada pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pusat meningkatkan buatan pertanian di seluruh Indonesia, dibantu penyuluh pertanian.

“Penyuluh adalah garda terdepan mengawal program utama dan mengiringi petani mencapai target produksi pertanian nasional, ” kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan SDM pertanian, khususnya peran penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).

Berdasarkan lampiraan Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) dari Pemprov Sumsel menyebut lowongan dibuka untuk gaya Pendamping Peningkatan Ekonomi Petani (PPEP) sebutan lain untuk PPL di Sumsel. Posisi yang dibutuhkan jarang lain Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Persyaratan utama adalah Warga Negara Nusantara (WNI), sehat jasmani dan rohani, usia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran, tidak terikat kontrak kerja dengan instansi dan lembaga lain, berdomisili di kecamatan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) dibuktikan secara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Pelamar juga kudu melampirkan surat keterangan sehat & bebas Narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari sendi sakit pemerintah, berkelakuan baik dengan dibuktikan dengan surat keterangan bertingkah laku baik dari Kepolisian RI (Polri), mampu mengoperasikan komputer, memiliki serta mampu mengoperasikan smartphone dan mempunyai SIM C.

Kualifikasi pendidikan harus lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK pertanian untuk Pendamping Penyuluh, POPT dan PBT. Sementara untuk sarjana pertanian yang dibutuhkan dari kalender studi agronomi, agroteknologi, agribisnis dan peternakan. Setelah pelamar diterima bakal ditempatkan sebagai pendamping penyuluh, POPT dan PBT.

Pendaftaran dibuka pada minggu pertama November 2020 melalui laman daring Universitas Sriwijaya (Unsri) kemudian pengumuman resmi akan disampaikan meniti media massa pada 2-4 November 2020. (OL-1)

Scroll Up