Penjaga Imbau Rizieq tidak Bawa Pengikut Saat Pemeriksaan

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

IMAM Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara akad nikah anaknya, hari ini, Selasa (1/12). Petugas mengimbau Rizieq agar tidak mendatangkan massa ke Polda Metro Hebat.

“Kalau tetap membawa massa banyak dengan bisa menimbulkan protokol kesehatan, Polda Metro Jaya akan mengambil bagian tegas dan membubarkan, ” bahana Kabid Humas Polda Metro Hebat Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/12).

Yusri mencita-citakan Rizieq tidak lagi membuat kerumunan di tengah pandemi covid-19. Penjaga mengkhawatirkan akan terjadi klaster hangat penyebaran covid-19 jika kerumunan kembali terjadi.

Baca juga: Ini Hasil Rapid Test Sebagian Besar Warga Petamburan

“Disarankan kalau memang datang cukup membawa pengacaranya selalu, ” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Yusri meminta Rizieq tahu Indonesia negara lembaga. Salah satunya, dengan mencegah kerumunan.

“Kalau masalah kerumunan itu dilarang ngapain datang juga harus ditemani, ” ucap Yusri.

Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Sentral, 14 November lalu, ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, serta meningkatkan potensi penyebaran covid-19.

Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara memakai masker tidak sesuai ketentuan, seolah-olah digunakan di bawah dagu.

Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 pada lokasi tersebut. Setidaknya ada 30 orang positif covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.

Polisi menyatakan ada bagian pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Urusan 93 Undang-Undang Nomor 6 tarikh 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melaksanakan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4. 500. Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9. 000. (OL-1)

Scroll Up